Dari Jakarta Post, 15 September 2008
Meskipun ekonomi global menurun, harga minyak dunia meroket, bisnis mebel dan kerajinan ditargetkan tumbuh 26 persen pada tahun ini
Asosiasi Furniture dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) berharap ekspor dalam satu tahun ini mencapai 2.4 milyar dolar atau sekitar 22 trilyun. Tahun lalu ekspor furniture mencapai 1,9 milyar dolar, kata Basril Djabar, deputi direktur Asmindo.
Tahun ini, setengah tahun pertama sudah mencapai ekspor 1,2 milyar dolar.
Untuk mempertahankan pencapaian ini, Asmindo mempromosikan furniture untuk pasar baru seperti Timur Tengah dan Eropa Timur.
Menurut data NAFED (National Agency for Export Development) Amerika menjadi tujuan ekspor terbesar (30% dari total produksi). Jepang menjadi importir terbesar ke dua (11%).
Belanda dan Prancis menjadi pembeli utama ketiga dan keempat, dengan 9 dan 6 persen.
Basril berkata, seringnya pameran furniture dan kerajinan internasional membantu Indonesia mengembangkan penjualan.
“Banyak pemain domestik dan asing yang memanfaatkan berbagai even untuk mempromosikan produk dan menentukan pesanan.” kata beliau. Contohnya adalah Pameran Furniture Internasional baru-baru ini yang menarik pembeli asing.
Pada Oktober, misalnya, Asosiasi akan melakukan pameran ekspor untuk menarik minat pembeli global akan produk domestik, kemudian juga akan melakukan pameran yang sama di Cina dan Eropa.
Industri ini mengalami perkembangan ekspor di tiga tahun terakhir. Asmindo memperlihatkan data ekspor di tahun 2005, 2006, dan 2007 secara berturut turut 1,79 milyar dolar, 1,81 milyar dolar, 1,96 dolar.
Produk-produk itu meliputi meja, kursi, lemari dari rotan, kayu dan bambu.
Sejauh ini, penjualan ke Eropa Timur kurang dari 10 persen dari total ekspor. Tapi mereka dapat menjadi pasar yang menjanjikan dalam tahun-tahun dekat ini,”katanya. Timur Tengah juga pasar yang menarik.
Menarik pelanggan dari daerah tersebut, katanya, dapat meningkatkan kinerja produk Indonesia di pasar furniture internasional, yang sekarang dikuasai China.
Akhir tahun, China mencapai 17 milyar dolar dari 80 milyar dolar perdagangan furniture dunia.
Kelompok Asmindo bersama lebih dari 2000 anggota, sebagian besar berada di Cirebon Jawa Tengah, Jepara dan Demak Jawa Tengah.
Bahan baku, khususnya rotan, disuplai oleh petani luar jawa, seperti Sulawesi, Sumatra dan Kalimantan.
Daerah tersebut dapat memproduksi antara 250.000 dan 400.000 ton rotan per tahun

& Komentar
18 April 2009 pukul 7:22 am
semoga ekspor indonesia semakin membaik
23 April 2009 pukul 3:54 pm
Saya butuh sekali data tentang volume ekspor dari tahun ke tahun perusahaan mebel Jepara, utk penulisan tesis. Apa ada yang bisa bantu saya?
Sebelumnya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
28 April 2009 pukul 5:40 am
[...] antara lain Amerika dan beberapa negara Eropa, dan saat ini sedang digalakkan untuk tujuan ekspor di kawasan Timur Tengah. Usaha untuk memacu ekspor furniture ke beberapa negara memang sangat penting dan perlu untuk terus [...]
19 Mei 2009 pukul 6:11 am
ekspor Jepara dari tahun 2003-2008 bisa dilihat di http://www.ziddu.com/download/4810626/Perbandinganeksport.xls.html
19 Mei 2009 pukul 6:22 am
kalau untuk ekspor furniture Indonesia, lihat ini http://jeparaworld.wordpress.com/2009/05/16/strategi-memajukan-ekspor-furniture-indonesia/
6 September 2009 pukul 6:52 am
mw tanya cara pasarin hasil furiture, gmn ya??