Pada umumnya, perusahaan furniture Indonesia berperan sebagai pembuat produk bagi desain yang disiapkan pembeli. Peranan ini tidak memadahi nilai tambahnya dan cenderung membuat perusahaan-perusahaan furniture Indonesia bersaing harga, bahkan banting harga.
Untuk keluar dari persaingan harga ini, perusahaan furniture perlu meningkatkan nilai tambah dan merubah strategi bersaing dengan meningkatkan peranan dalam desain produk, atau dalam istilah teknisnya, bergerak dari Original Equipment Manufacturer menuju Original Design Manufacturer.
Original Equipment Manufacturer
Adalah perusahaan yang sama sekali tidak terlibat dalam desain produk. Perusahaan hanya menyediakan mesin dan tenaga kerja untuk membuat produk sesuai dengan desain pesanan pelanggan. Pelanggan di sini adalah perusahaan (value added reseller atau VAR) yang membuat desain dan menjual produk jadi.
Pada umumnya perusahaan furniture Indonesia berada dalam posisi ini. Perusahaan OEM ini akan cenderung bersaing harga di hadapan buyer. Furniture Indonesia yang OEM dan garden banyak yang jatuh karena tidak bisa bersaing dengan China, Taiwan dan Filipina yang bisa memproduksi dengan biaya murah. Untungnya Indonesia masih punya kemahiran ukir, yang sulit ditiru, sehingga banyak perusahaan yang masih bertahan. Namun, antara sesama perusahaan di Indonesia terjadi banting harga yang tidak menyehatkan iklim usaha bersama.
Untuk keluar dari persaingan harga, perusahaan furniture OEM harus mulai belajar bergerak menuju Original Design Manufacturer.
Original Design Manufacturer (ODM)
Adalah perusahaan yang mendesain dan memproduksi produk, tetapi tidak menjual dengan mereknya sendiri. Perusahaan ini menyusun gagasan awal, gambaran kasar, desain teknis hingga memproduksinya menjadi barang jadi. Barang itu kemudian dijual kepada pedagang yang mempunyai merek. Pedagang itu menjual produk tersebut dengan merek pedagang bukan merek pendesain dan produsen furniture tersebut.
Perusahaan ODM ini tidak bersaing di level harga, melainkan di level keunikan dan keunggulan produk. Harga lebih mahal masih menarik karena tidak punya pembanding. Produknya tidak sama dengan produk dari produsen lain, sehingga pembeli tidak mempunyai alternative lain.
Pada tahap ini, perusahaan juga sambil belajar untuk menyesuaikan desain dan produknya dengan standar merek yang sudah diterima pasar. Selanjutnya perusahaan perlu bergerak lebih maju lagi dengan menjadi Original Brand Manufacturer.
Original Brand Manufacturer (OBM)
Adalah perusahaan yang mempunyai ciri-ciri perusahaan sebelumnya ditambah mempunyai brand sendiri. Perusahaan OBM ini tidak menjual atas nama brand perusahaan lain, tetapi sudah mempunyai merek sendiri yang dikenal dan diterima oleh pasar.
Merek perusahaan sudah memberikan daya jual bagi produknya. Sehingga produk bisa bermain di harga yang tinggi. Pembeli akan tetap tertarik pada produk tersebut karena mereknya dianggap sudah menjamin kualitas dan kepuasan.
Dalam OBM, perusahaan furniture sudah mantap: punya karakter produk, inovasi, proses produksi yang bagus, dan pasar yang setia.. Furniture Indonesia harus bercita-cita mencapai OBM, karena cita-cita akan membantu melakukan perbaikan.

1 Komentar
16 Mei 2009 pukul 1:41 am
[...] Untuk mengimbangi dinamika pasar, Industri furniture perlu bergerak dari Original Equipment Manufacture menuju Original Brand Manufacturer yang memiliki nilai tambah yang lebih besar. Lihat artikel di sini. [...]